Translate

Jumat, 26 Februari 2016

Muslim - Hakekat Kesuksesan Hidup Dalam Segala Segi kehidupan dan Cara Mewujudkan- ShafiqUnix.Com

Sukses adalah rancangan Tuhan , jadi jangan pernah menyerah untuk meraih sukses yang Tuhan sediakan. Sukses tidak datang begitu saja, tidak hanya dengan berdoa tetapi disertai dengan bekerja. Juga bukan hanya bekerja saja tetapi harus disempurnakan oleh doa. Sukses selalu diawali dengan langkah belajar, jangan pernah menyerah selama proses belajar itu. 


Sukses butuh perjuangan,kerja keras, kerajinan & ketekunan. Orang berjiwa sukses tidak suka mengeluh tapi berusaha selalu untuk memperbaiki keadaannya. Sukses butuh campur tangan Tuhan karena masa depan kita ada di tanganNya. Sukses butuh kecekatan kerja, jangan sampai kehilangan kesempatan untuk meraih sukses , don't waste your time ! Sukses tidak hanya menjadi bagian segelintir orang, tapi menjadi hak setiap orang yang mau berjuang untuk mendapatkannya. Sukses diawali dari mimpi,hasrat dan harapan tapi jangan hanya bermimpi untuk menjadi sukses, raih sukses itu sekarang dengan mulai bertindak, walaupun itu hanya sebuah tindakan kecil ! Sukses orang lain dan sukses kita mungkin membutuhkan waktu, cara, dan jalan yang mungkin berbeda, jadi jangan silau dengan kesuksesan orang lain . So be your self.

Sumber: http://sriapriyantihusain.blogspot.co.id/2013/10/sukses.html

Muslim - RAHASIA HIDUP DALAM KEHIDUPAN INSANI - KokoUnix.Com

Saat kita memberi, kita akan menerima. Saat kita menolong orang lain, pada saat yang sama kita sedang menolong diri sendiri.
Apa yang kita lakukan untuk orang lain, sebenarnya kita sedang melakukan untuk diri kita sendiri.


Mitra Muslim - Inilah rahasia kehidupan yang tersembunyi bagi banyak orang. Bukan karena mereka tidak melihat kebenaran ini, tapi mereka tidak mempercayainya.
Karena itu banyak orang lebih berbahagia menerima dari pada memberi.
Lebih suka ditolong daripada menolong.
Hidup hanya berpusat kepada diri sendiri.

Αda ilustrasi menarik ;
Seorang buta sedang berjalan dengan tongkatnya di malam hari. Tangan kanannya memegang tongkat sementara tangan kirinya membawa lampu. Pemandangan ini cukup mengherankan bagi seorang pria yang kebetulan melihatnya.
Supaya tidak penasaran, pria itu bertanya: “Mengapa anda berjalan membawa lampu...?”
Orang buta itu menjawab: “Sebagai penerangan...”
Dengan heran pria itu bertanya lagi: “Tetapi bukankah anda buta dan tetap tidak bisa melihat jalan meski ada lampu penerangan...?”
Orang buta iτu tersenyum sambil menjawab: “Meski saya tidak bisa melihat, orang lain melihatnya. Selain membuat jalanan menjadi terang, hal ini juga menghindarkan orang lain untuk tidak menabrak saya...”

Disaat kita melakukan sesuatu untuk orang lain, sebenarnya kita sedang melakukan sesuatu untuk diri kita sendiri.
Kita diingatkan untuk tidak jemu" berbuat baik. Ini sebuah rahasia kehidupan untuk hidup yang berkelimpahan dan hidup bahagia.

Meski demikian, rahasia kehidupan ini tersembunyi bagi orang" yang egois, kikir, pelit dan melakukan sesuatu berdasarkan apa yang untung bagi diri sendiri.

Hidup Bagaikan Main Yoyo, Kita Lempar Yoyo, maka Yoyo Akan Kembali Pada Diri kita

Barakallohu wa fikkum

Sumber:http://sriapriyantihusain.blogspot.co.id/2015/01/rahasia-kehidupan.html

Muslim - MANAJEMEN STRATEGI BISNIS SYARIAH - AndreUnix.Com

Dalam menjalankan sebuah bisnis, tentunya tidak terlepas dari strategi. Strategi bisnis ini dilaksanakan guna mencapai tujuan dari entitas bisnis itu sendiri. Namun terkadang strategi-strategi yang dijalankan oleh entitas hanya berfokus pada pencapaian tujuan utama entitas itu sendiri yaitu mencapai laba yang setinggi-tingginya dengan mengeluarkan sumber daya baik itu biaya, tenaga kerja yang se rendah-rendahnya.


Mitra Muslim - Strategi bisnis yang hanya berfokus pada pencapaian laba pada dasarnya tidak salah. Namun dalam menjalankan sebuah bisnis tentunya harus memperhatikan aspek-aspek yang lainnya. Dalam artisan bahwa sebuah strategi yang dijalankan oleh perusahaan haruslah berfokus pada pencapaian tujuan yang hakiki, tujuan yang tidak hanya bersifat kesenangan duniawi, namun harus diiringi dengan pencapaian tujuan akhirat. Agar kelak entitas bisnis yang kita jalankan mendapatkan rida, berkah, dan rahmat dari Allah.

Strategi-strategi dalam bisnis yang biasanya kita kenal, ada strategi ofensif, strategi defensif, biaya murah, strategi kompetitif generik, dan strategi lainnya pada dasarnya hanya berfokus pada bagaimana penguatan kompetitif di perusahaan. dan lagi-lagi tidak ada yang salah dengan strategi-strategi tersebut.

Di sini saya mencoba menawarkan salah satu bentuk strategi bisnis syariah. Strategi ini saya namakan Zhafirah. Zhafirah memiliki arti beruntung. Saya memiliki harapan bahwa kelak saya memiliki usaha, saya ingin dalam bisnis yang saya jalankan baik saya sebagai pemilik bisnis maupun pembeli selaku pelanggan saya sama-sama akan diuntungkan. Selain itu juga saya berharap bahwa dari bisnis yang saya jalankan ini bisa membawa dampak positif bagi masyarakat yang lainnya.

Strategi yang coba saya tawarkan di sini juga merupakan singkatan dari Zakat, Amanah, Fii Sabilillah, Ridho, Adil, dan Hibah. Adapun makna dari asing-masing kata tersebut adalah:
1)*Zakat di sini maksudnya adalah bisnis yang saya jalankan nanti sebagian uangnya akan saya keluarkan dalam bentuk zakat. Karena kita tak tahu uang yang kita peroleh dari pelanggan itu adalah uang halal, ataukah uang non halal. Untuk itu, fungsi zakat ini adalah untuk membersihkan harta saya, sekaligus untuk membantu pihak-pihak lain yang berhak menerima zakat.
2)*Amanah di sini maksudnya adalah bisnis yang saya jalani ini adalah amanah Allah yang diberikan kepada saya dan harus saya pertanggungjawabkan kepada Allah.
3)*Fii Sabilillah dalam konteks ini maksudnya adalah usaha yang saya jalankan ini semata-mata adalah sebuah bentuk dan cara berdakwah saya melalui fashion-fashion Muslim dan Muslimah.
4)*Ridha di sini maksudnya adalah aktivitas bisnis yang saya jalankan semata-mata hanya untuk mendapatkan Ridha Allah
5)*Adil dalam konteks ini adalah bahwa sebagai entitas bisnis, maka saya harus menjalankan bisnis saya dengan seadil-adilnya, tidak ada unsur kedzoliman antara saya dan pelanggan

6)*Hibah di sini juga bisa diartikan bahwa aktivitas bisnis yang saya jalani tidak serta merta harus saya ambil keuntungannya, namun ada hak-hak orang lain yang harus saya salurkan.
    
     Sumber: http://sriapriyantihusain.blogspot.co.id/2015/04/manajemen-strategi-bisnis-syariah.html


Muslim - "Menyibak Makna Di Balik Kemiskinan & Kekayaan” - NaufalUnix.Com

Kemiskinan dan kekayaan. 2 kata yang simpel, saling berlawanan, dan pastinya memiliki makna yang berbeda-beda tergantung penafsiran dari masing-masing individu. Miskin dan kaya pada umumnya menggambarkan tingkat kesejahteraan dan status sosial di masyarakat. Setiap manusia yang lahir ke dunia pasti memiliki kadar kepuasan atau tingkat kesyukuran atas nikmat yang telah Allah karuniakan. 


Ada seseorang yang dilihat dari pandangan oranglain dia adalah orang yang bisa dikategorikan miskin. Namun apakah kita bisa menjamin bahwa orang yang kita pandang sebagai orang yang miskin tadi adalah benar-benar miskin? Atau mungkin seseorang yang kita pandang kaya itu benar-benar kaya? Tentu saja tidak kawan. Karena yang merasakan kaya ataupun miskinnya seseorang itu tergantung dari masing-masing individu tersebut bersyukur atas nikmat yang telah dikaruniakan Allah kepadanya. Terkadang manusia selalu memaknai kemiskinan dan kekayaan itu dari sisi material saja, contohnya orang yang kaya itu punya banyak uang, kaya raya, punya rumah yang besar, pekerjaan yang bergengsi, memiliki jabatan yang tinggi, dan lain sebagainya. Namun apakah kita menyadari bahwa ada hal-hal lain yang sifatnya non material?. Bukankah Rasulullah pernah bersabda yang diriwayatkan oleh An-Nasai, Ibnu Hibban dan Tabrani bahwa “Sesungguhnya kekayaan itu adalah kekayaan hati dan kemiskinan adalah kemiskinan hati.” Nah dari sini kita melihat bahwa sungguh orang yang paling baik di muka bumi ini saja memaknai kekayaan dan kemiskinana adalah kekayaan hati dan kemiskinan hati. Lantas apakah kita hanya sebagai manusia biasa menganggap bahwa kemiskinan dan kekayaan itu dilihat dari sisi material saja? Tentu saja tidak. Kemiskinan hati adalah penyakit berbahaya. Orang miskin hati bisa mengumpulkan harta tanpa memperdulikan halal atau haram. Tidak jarang mereka berani menipu dalam bisnis, mengurangi timbangan, mencuri, atau bahkan melakukan kecurangan-kecurangan yang tentunya bertentangan dengan ajaran agama. Allah tidak pernah menjadikan kekayaan dan kekurangan yang meliputi kondisi seseorang sebagai bentuk peniaian kemuliaan atau kerendahan derajatnya di sisi Allah. Namun itu semua adalah ujian atau cobaan yang Allah berikan kepada setiap hamba-nya karena yang menentukan baik buruknya seseorang dilihat dari tingkat ketaqwaannya kapada Allah. Karena kekayaan yang sifatnya material hanya merupakan bekal, hanya merupakan wasilah bagi seseorang menuju akhirat. Meskipun kepentingan di dunia juga selaknya dipenuhi namun kepentingan akhirat jauh lebih penting dan harus dipenuhi. Kemiskinan adalah kebalikan dari kekayaan. Meskipun dua hal ini sangat berbeda, namun kita harus menempatkan fenomena miskin dan kaya sebagai realitas yang harus bersinergi. Islam mewajibkan setiap muslim untuk berpartisipasi menanggulangi kemiskinan sesuai dengan kemampuan dan porsi masing-masing. Keterlibatan seorang muslim dalam memberantas kemiskinan adalah salah satu bentuk tanggungjawab pribadi muslim dalam menyucikan jiwa, harta, serta keluarganya. Di sinilah kemudian Islam sangat mengajarkan solidaritas sosial untuk kesejahteraan bersama. Kemiskinan dan kekayaan tidak ada bedanya di mata Allah, yang membedakan manusia di hadapan Allah hanyalah tingkat ketaqwaan. Sejauh mana kita bersyukur atas karunia-Nya, sabar, ikhlas, berdo’a, ikhtiar, tawakal dan ridha atas taqdir yang ditentukan-Nya, maka sejauh itu pula makna dari kemiskinan dan kekayaan yang dirasakan oleh setiap hamba-Nya.

Sumber: http://sriapriyantihusain.blogspot.co.id/2014/10/menyibak-makna-di-balik-kemiskinan.html

Muslim - Sahabat Menikahlah Sebelum Terlambat Kerika Ajal Menjemput - NaufalUnix.Com

Jodoh, kematian dan rezeki adalah rahasia Allah yang tak bisa ditebak atau prediksi oleh siapa pun makhluk-Nya di bumi ini. Jangankan hanya sekelas dukun, paranormal, mentalis atau profesi sejenis lainnya, Rasulullah Saw sendiri dan para Nabi sebelumnya sama sekali tak diberi bocoran oleh Allah Swt tentang hal ini. 


Mitra Muslim - Di antara hikmah dirahasiakannya ketiga hal itu adalah agar seluruh umat manusia senantiasa bersemangat di dalam mengupayakannya. Agar bersegera dalam bekerja secara keras, cerdas dan ikhlas. Sebab dengan kaya, akan banyak amalan yang bisa dieksekusi. Apalagi dalam Islam, amat banyak ibadah yang hanya bisa dilakukan jika pelakunya kaya, dan tak bisa dilakukan oleh umat yang keadaannya sebaliknya; miskin. Kematian dirahasiakan jadwalnya agar insan yang hidup selalu istiqamah dalam kebaikan. Sebab tak tahu, kapan nyawanya akan dipanggil. Bisa dibayangkan, jika seseorang mengetahui jadwal kematiannya, tentu akan banyak ketimpangan yang terjadi dan ketakutan massal sebab sakit yang amat sangat ketika dicabut nyawanya oleh sang Izrail. Pun dengan jodoh. Dirahasiakan (dengan siapa, bagaimana dan kapannya) agar manusia selalu beramal kebaikan, memperbaiki diri dan melayakkannya, serta berupaya semaksimal mungkin dalam mengikhtiari jodoh. Karena, meski jodoh tak akan tertukar, ia tak serta merta diturunkan dari langit ke tujuh. Siapa benar dan sungguh-sungguh mengupayakannya, maka Allah Swt pun akan mendatangkannya sesuai dengan kebenaran dan kesungguhan upayanya itu. Sejatinya, jodoh tak cocok dikaitkan dengan kata terlambat. Karena semua yang terjadi atau luput di muka bumi ini, ada dalam kendali Kuasa Allah Swt. Semua pastilah memiliki hikmah yang banyak, di balik kejadian ataupun luputnya sesuatu. Maka, yang dimaksud adalah menyegerakan prosesnya. Baik segera dalam mempersiapkan diri, bersegera dalam mengikhtiarkannya, juga tak berlama-lama ketika peluang sudah ada di depan mata. Pasalnya, amat sangat banyak penundaan terkait jodoh yang akibatnya fatal. Meskipun, lagi-lagi, hal itu juga termasuk dari bentuk Mahakuasanya Allah Swt. Bukankah sudah amat banyak kisah, dimana seorang akhwat menolak lamaran yang datang pertama kali hanya karena dalih masih belajar, kemudian jodoh tak kunjung datang padanya? Bukankah penolakan yang pertama, bisa menjadi pintu bagi penolakan kedua, ketiga dan seterusnya? Bukankah menolak bermakna menunda pelaksanaan ibadah menikah yang terdapat banyak kebaikan di dalamnya? Bukankah ikhwan yang lelet, berdalih bersiap diri tapi tak kunjung baik, kemudian banyak alasan, lalu dirinya tak kunjung menikah sebab pilah-pilih dan plin-plan? Bukankah orang tua yang banyak mau, terlalu hitang-hitung, banyak pertimbangan, menjadi salah satu andil utama bagi terhambatnya pernikahan sang buah hati? Maka, teringatlah kisah seorang rekan. Jodohnya tak kunjung datang, sebab amat banyak kriteria yang menjadi pertimbangan diri dan orang tuanya. Ada di antara mereka yang menolak seorang calon istri, hanya karena kulitnya kurang putih, tingginya kurang semampai, rambutnya kurang lurus, panjang dan berkilau. Sebagian lainnya menolak sang calon mantu setelah melihat foto yang disodorkan oleh buah hati. Serta merta, orang yang diharapkan jadi calon mertua itu justru berkata, “Jangan dengan yang ini, kurang cantik. Terlalu pendek juga.” Ada pula yang menolak dengan alasan adat. Tak sesuai dengan hitung-hitungan versi leluhurnya. Misalnya, anak ke sekian tak boleh menikah dengan anak ke sekian; bisa terkena “laknat” leluhur. Yang lain; wanita suku A tidak boleh menikah dengan lelaki dari suku C. Karena, dalihnya, sang wanita akan lebih dominan sehingga rumah tangga bisa berantakan. Dan masih banyak lagi dalih-dalih lainnya. Padahal, jauh-jauh hari, sejak empat belas abad yang lalu, Rasulullah Saw yang mulia itu sudah mewasiatkan dengan amat baik dan masyhur di antara kita. Nikahilah wanita karena paras, keturunan dan harta. Tapi, pilihlah yang paling baik agamanya. Karena hanya dengan baiknya agama itu, sebuah keluarga akan bahagia-barakah, sakinah-mawaddah dan penuh rahmah. Semoga Allah Swt melindungi kita dari sekian banyaknya syubhat penunda pernikahan. Sekali lagi, tak ada kata terlambat. Yang terpenting adalah segera mengeksekusinya ketika peluang itu datang. Karena peluang, tak mungkin datang dua kali. Bersegera juga menjadi sebuah semangat. Karena ajal, bisa datang seketika. Harapannya, kita tak meninggal dalam keadaan membujang. Karena amat banyak “kerugian” yang diperoleh jika mengulur-menunda sehingga tak bersegera. Di samping itu, ketika anda mati dalam keadaan membujang -sebagaimana berlaku pada beberapa suku di negeri ini- di tempat pemakaman anda akan diikat seekor ayam -yang berlainan jenis kelaminnya- yang diasumsikan sebagai pasangan hidup anda di alam kubur. Mau? Saya tidak, dech! Penulis: Ustadz Pirman

Sumber: http://sriapriyantihusain.blogspot.co.id/2014/09/jodoh-kematian-dan-rezeki-adalah.html

Kamis, 25 Februari 2016

Muslim - Apa Maksud Penciptaan: Saya Dan Tujuan Hidup Penciptaan Manusia Di Alam Dunia - ShafiqUnix.Com

Setiap manusia yang lahir ke dunia pasti memiliki tujuan hidup yang berbeda-beda. Ada tujuan hidupnya ingin membahagiakan orangtuanya, ingin jadi kaya, terpandang, memiliki pekerjaan yang gajinya besar, punya suami yang tampan atau istri yang cantik dan lain sebagainya.


Mitra Muslim - Begitupun dengan saya, saya juga memiliki tujuan hidup tersendiri. Awalnya saya berfikir bahwa tujuan hidup itu harus bersifat material, terlihat, dan nampak. Namun setelah melewati proses yang cukup panjang, lamanya sejak saya duduk di bangku SMK Farmasi Kediri sampai duduk di bangku kuliah Putra Batam - Kepri s/d Kerja Berpindah2 Propinsi dan kabupaten, maka saya memutuskan bahwa tujuan hidup itu tidak selamanya bersifat material, namun ada hal-hal lain yang lebih penting dari pada itu. Dan tujuan hidup sayapun sejak saat itu telah berubah.

Ridha Allah... Ya Ridha Allah. Mungkin pada sebagian orang tujuan hidup saya biasa-biasa saja bahkan ketika saya kuliah dulu teman saya sempat mempertanyakan tentang tujuan hidup saya. ”Biarlah buruk di hadapan manusia dan asalkan baik di hadapan Allah, daripada baik di hadapan manusia tapi buruk di hadapan Allah.”

Nah, maksud dari tujuan hidup saya adalah bahwa setiap aktivitas yang saya lakukan, setiap pekerjaan yang saya kerjakan, dan setiap niat yang saya tekadkan itu semua hanya untuk memperoleh Ridha-Nya, Ya.. memperoleh Ridha Allah. Saya ingin membahagiakan orang tua saya karena Allah, saya melanjutkan studi di Universitas Putra Batam - Kepri karena ingin memperoleh ilmu melalui Ridha-Nya, dan saya ingin menjadi manusia yang bisa bermanfaat bagi manusia yang lain, menebar kasih dan sayang terhadap semua makhluk-Nya. Khairunnas anfa’uhum linnas.

Saya berfikir bahwa buat apa kita hidup didunia, tapi orientasi kita hanya kepada hal-hal yang bersifat material? Bukankah kita diciptakan oleh Allah hanya untuk beribadah kepada-Nya? Namun apapun tujuan hidup saya, dia, dirinya, kamu, kalian, dan mereka itulah hak prerogatif masing-masing individu. Karena ketika kita telah memilih untuk satu tujuan hidup, maka kita harus menjalani proses demi proses, tahapan demi tahapan, dan menerima segala konsekuensi atas sebuah pilihan tujuan hidup.

Intinya bahwa setiap manusia yang dilahirkan di dunia ini memiliki tujuan hidup yang berbeda-beda. Apapun tujuan hidup kita itulah yang akan kita jalani. Itulah yang akan kita perjuangkan sampai kita mendapatkan apa yang menjadi tujuan hidup kita. Selalu bersyukur, ikhlas dan sabar dalam menjalani hidup ini. dan pastinya harus tetap semangat. ^_^


Sumber: http://sriapriyantihusain.blogspot.co.id/2014/11/saya-dan-tujuan-hidup.html dengan berbagai modifikasi

Muslim - Keburukan dan Keindahan merupakan dua hal yang saling bertolak belakang - AzharyUnix.Com

Keburukan dan keindahan merupakan dua hal yang saling bertolak belakang. Keburukan itu sesuatu yang paling kita hindari dan jangan sampai sesuatu yang buruk itu menimpa diri kita. Contohnya kehilangan barang kesayangan ataupun kehilangan seseorang yang kita cintai. Sedangkan keindahan itu adalah sesuatu yang menarik jiwa, menarik hati, menarik perhatian kita. Contohnya pemandangan alam, bunga-bunga di taman, dan lain sebagainya.


Mitra Muslim - Terkadang manusia menafsirkan sebuah keburukan dan keindahan hanya pada sesuatu hal yang terlihat saja. Bahkan ketika Allah memberikan sebuah keindahan melalui sebuah keburukan maka yang terlihat hanyalah sebuah keburukan. Contohnya, ketika kita kehilangan sebuah benda yang kita sayangi ataupun kehilangan seseorang yang kita cintai. Mungkin kita sebagai seorang manusia, merasakan kehilangan barang ataupun seseorang itu adalah sebuah keburukan. Namun kita harus mengingat bahwa keindahan dan keburukan itu sifatnya relatif. Bisa jadi kita menganggapnya itu adalah sebuah keburukan, namun di sisi lain itu adalah sebuah keindahan. Ya..ada sebuah keindahan yang lebih yang telah Allah persiapkan untuk diri kita. Karena pada hakikatnya adalah ketika Allah mengambil salah satu nikmat-Nya dari kita, maka Allah pun akan menggantikannya dengan yang lebih baik dari sebelumnya. Allah sungguh Maha Adil, Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Semua hal yang ada di dunia ini adalah milik-Nya. Lantas apa yang membuat kita merasa buruk ketika Allah mengambil sesuatu dari kita?. Bukankah kita sebagai manusia, barang yang kita miliki, harta, keluarga, teman, sahabat, kerabat, dan semua yang ada di dunia ini hanyalah sebuah titipan dari-Nya? Lantas ketika sang pemilik yang sesungguhnya datang mengambil kembali barang titipannya, apakah kita merasa bahwa itu adalah sesuatu yang buruk? Tentu saja tidak kawan. Malulah kita terhadap Allah yang telah menganugerahkan begitu banyak nikmat-Nya kepada kita. Karena setiap nikmat yang telah Allah ambil dari kita, maka Allahpun akan menggantikannya dengan sesuatu yang lebih indah, yang jauh lebih kita butuhkan, dan bukan sesuatu yang kita inginkan.


Tak selamanya keindahan itu indah, dan juga tak selamanya keburukan itu buruk. Adakalanya keindahan itu hanya untuk menutupi keburukan, dan adakalanya juga keburukan itu hanya untuk menutupi keindahan. Terkadang keindahan itu muncul karena adanya keburukan, dan terkadang juga keburukan muncul karena ada keindahan. Seringkali keindahan itu membawa keburukan, dan seringkali juga keburukan membawa keindahan. Tak selamanya keindahan itu indah, dan tak selamanya keburukan itu buruk. Terkadang keindahan menghapus keburukan, dan terkadang juga keburukan menghapus keindahan. Adakalanya keindahan dan keburukan menyejukkan mata, dan adakalanya juga keindahan dan keburukan memedihkan mata. Seringkali keindahan dan keburukan membuat hati luka, dan seringkali juga keindahan dan keburukan membuat hati buta.

Sumber: http://sriapriyantihusain.blogspot.co.id/

Artikel Favorit